BORNEONEWS, Sampit — Seorang guru yang dituding melakukan pemukulan terhadap murid di sebuah sekolah dasar (SD) Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga dilaporkan ke Polisi membantah perbuatan tersebut.
“Kami (Disdik Kotim) sudah melakukan mediasi tiga kali, tetapi guru ini tidak mengakui bahwa dia melakukan perbuatan tersebut. Di sisi lain, keluarga murid menginginkan permintaan maaf dan penggantian biaya pengobatan. Namun, bagi guru, permintaan maaf berarti mengakui kesalahan, dan ini menjadi kendala dalam mencapai kesepakatan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kotim Muhammad Irfansyah melalui Kepala Bidang Pembinaan SD Mahbub, Selasa, 25 Februari 2025.
Mahbub menambahkan, situasi semakin rumit karena kedua belah pihak kini telah menunjuk pengacara masing-masing. Pihak keluarga mengklaim memiliki bukti pemukulan, sementara guru tetap bersikeras bahwa tuduhan tersebut tidak benar.
“Sebenarnya kami berharap ada ruang mediasi yang tetap terbuka. Tapi karena masing-masing pihak sudah memilih jalur hukum, kami hanya bisa memantau dan siap memberikan bantuan jika diperlukan,” katanya.
Pihaknya, menegaskan bahwa mereka tidak ingin berspekulasi sebelum ada keputusan hukum yang jelas. Jika nantinya terbukti bersalah, ada aturan dan mekanisme hukum disiplin yang akan diterapkan sesuai ketentuan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim.
“Kami berharap proses hukum berjalan dengan adil, tetapi kami juga berharap ada jalan damai yang bisa ditempuh. Sehingga tidak ada image negatif dunia pendidikan,” pungkas Mahbub.
Sebelumnya diberitakan, seorang guru SD di wilayah Kecamatan Baamang berinisial MA dituding memukul siswanya yang masih duduk di kelas dua hingga mengalami lebam dan muntah muntah.
Menurut orang tua korban didampingi pengacara dari tim hukum dari DPD LBH Intan Januarsyah menceritakan, dirinya baru mengetahui kejadian tersebut dari istrinya yang memberitahu bahwa anak mereka mengalami lebam di pipi sebelah kanan.
Terakhir, Penyidik kepolisian bersama unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polsek Baamang telah memanggil murid yang mengaku menjadi korban pemukulan oleh guru SD tersebut. (DEWI PATMALASARI/j)









