BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa pada Desember 2024, penumpang angkutan udara di Kalimantan Tengah terkonsentrasi di empat bandara utama.
"Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya mendominasi dengan 54,58 persen dari total penumpang. Bandara Iskandar Pangkalan Bun berada di posisi kedua dengan 32,04 persen penumpang. Bandara H. Asan Sampit menampung 9,74 persen penumpang, sedangkan bandara lainnya mengakomodasi 3,64 persen sisanya," kata Agnes pada Selasa, 25 Februari 2025.
Selain penumpang, arus barang juga terkonsentrasi di bandara-bandara ini. Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya mencatat volume arus barang tertinggi dengan 77,84 persen dari total 2.626 ton.
"Bandara Iskandar Pangkalan Bun menyusul dengan 15,04 persen. Bandara H Asan Sampit menyumbang 6,28 persen dari arus barang, sementara bandara lainnya hanya 0,84 persen," jelasnya.
Peningkatan aktivitas di bandara Tjilik Riwut Palangka Raya mencerminkan peran strategisnya dalam transportasi udara di Kalimantan Tengah. Bandara ini menjadi pintu gerbang utama bagi penumpang dan barang, menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
"Bandara Iskandar Pangkalan Bun juga menunjukkan peningkatan yang stabil, baik dalam jumlah penumpang maupun arus barang. Bandara ini menjadi alternatif penting bagi masyarakat di wilayah Barat Kalimantan Tengah, melengkapi peran Bandara Tjilik Riwut," jelasnya.
Di sisi lain, Bandara H Asan Sampit dan bandara lainnya terus berupaya meningkatkan layanan untuk menarik lebih banyak penumpang dan barang. Meskipun kontribusi mereka lebih kecil, peran mereka tetap krusial dalam mendukung mobilitas dan distribusi logistik di daerah. (TESTI PRISCILLA/j)









