PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Desember 2024, Kalimantan Tengah mengimpor komoditas dari Singapura dan Laos dengan total nilai mencapai US$3,10 juta. Impor dari Singapura berupa aspal dengan nilai US$2,44 juta, sedangkan impor dari Laos berupa pupuk senilai US$0,66 juta. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan November 2024.

"Penurunan nilai impor pada Desember 2024 tercatat mencapai US$0,87 juta atau sekitar 21,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Negara-negara yang mengalami penurunan nilai impor diantaranya adalah Singapura, Fed. Russia, Malaysia, India, dan beberapa negara lainnya. Hal ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam pola perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah pada akhir tahun 2024," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng pada Selasa, 25 Februari 2025.

Secara tahunan, lanjut Agnes, nilai impor Kalimantan Tengah pada Desember 2024 juga menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan Desember 2023.

"Penurunan ini tercatat sebesar US$1,66 juta atau sekitar 34,87 persen dari nilai impor tahun sebelumnya yang mencapai US$4,76 juta. Kondisi ini mencerminkan adanya penurunan permintaan dan aktivitas impor di wilayah Kalteng," tuturnya.

Jika dilihat secara kumulatif sepanjang periode Januari-Desember 2024, nilai impor Kalimantan Tengah mencapai US$58,38 juta.

"Angka ini mengalami penurunan sebesar 22,29 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023 yang tercatat sebesar US$75,13 juta. Penurunan ini menunjukkan adanya perubahan dalam dinamika perdagangan internasional di Kalimantan Tengah selama tahun 2024," jelas Agnes lagi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan nilai impor ini antara lain adalah kebijakan perdagangan yang diterapkan, fluktuasi harga komoditas, serta perubahan kebutuhan pasar di Kalimantan Tengah. Pihak berwenang terus memantau kondisi ini untuk menentukan langkah-langkah strategis guna mengatasi penurunan nilai impor yang terjadi. (TESTI PRISCILLA/j)