BORNEONEWS, Sampit — Tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) 2024 tercatat hanya mencapai 67 persen. Capaian tersebut jauh dari angka partisipasi Pemilu 2024 yang mencapai 80 persen.
Ketua KPU Kotim, Muhammad Rifqi, menyebutkan bahwa meskipun partisipasi ini menjadi catatan penting, ada berbagai faktor yang memengaruhinya. Salah satunya adalah perbedaan situasi antara Pilkada dan Pemilu.
“Partisipasi kita di Pilkada berkisar 67 persen. Memang ini menjadi perhatian, tetapi kita juga memahami bahwa banyak faktor yang memengaruhi. Salah satunya adalah tingkat antusiasme masyarakat yang cenderung lebih tinggi saat pemilu presiden dan banyaknya calon pemilihan legislatif,” ujar Rifqi, Selasa, 25 Februari 2025.
Jumlah pasangan calon (paslon) dalam Pilkada menjadi salah satu penyebab rendahnya partisipasi dibandingkan saat Pemilu. Situasi ini membuat keterlibatan pemilih tidak seantusias saat Pemilu dengan pilihan yang lebih banyak.
Meski demikian, Rifqi menegaskan bahwa partisipasi Pilkada 2024 ini menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan Pilkada 2020 lalu.
“Kalau dibandingkan dengan Pilkada 2020, angka partisipasi ini sedikit meningkat. Namun, tetap menjadi tantangan bagi kami untuk terus mendorong kesadaran pemilih,” katanya.
Lanjutnya, partisipasi pemilih tidak hanya menjadi tanggung jawab KPU, tetapi juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, partai politik, dan penyelenggara lainnya.
“Diperlukan sinergi semua pihak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan hak pilih. Dengan begitu, tingkat partisipasi di masa mendatang bisa lebih baik,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









