PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa aktivitas bongkar muat komoditas impor di Kalteng mengalami perubahan signifikan pada Desember 2024.

"Biasanya, proses bongkar muat dilakukan melalui berbagai pelabuhan yang tersebar di dalam maupun di luar Kalimantan Tengah. Namun, pada bulan Desember, semua aktivitas bongkar muat impor terkonsentrasi di Pelabuhan Sampit," kata Agnes pada Selasa, 25 Februari 2025.

Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, kata Agnes, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Sampit meningkat drastis. Nilai komoditas impor yang dibongkar mencapai US$2,38 juta, yang mencerminkan peningkatan sebesar 330,56 persen. Kenaikan ini menjadi sorotan karena menunjukkan dinamika perdagangan internasional di Kalteng.

"Namun, jika dibandingkan dengan Desember 2023, terdapat penurunan nilai aktivitas bongkar muat impor di semua pelabuhan bongkar muat di Kalimantan Tengah. Nilai aktivitas bongkar muat tercatat mengalami penurunan sebesar US$0,01 juta atau turun 0,32 persen. Meskipun penurunan ini tampak kecil, namun memberikan indikasi adanya perubahan dalam pola perdagangan," katanya.

Penurunan aktivitas bongkar muat paling signifikan terjadi di Pelabuhan Pulang Pisau. Pada Desember 2024, nilai bongkar muat di pelabuhan ini tercatat turun 100 persen atau sebesar US$0,88 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran dalam distribusi komoditas impor ke pelabuhan lainnya.

"Fokus aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Sampit menunjukkan pentingnya pelabuhan ini dalam mendukung perdagangan internasional Kalimantan Tengah. Dengan adanya peningkatan signifikan pada bulan Desember, Pelabuhan Sampit kini menjadi pusat utama untuk aktivitas bongkar muat komoditas impor di Kalteng," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/j)