PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti menyampaikan bahwa selama bulan Desember 2024, jumlah penumpang angkutan udara dan laut di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami peningkatan yang signifikan. Jumlah penumpang angkutan udara mengalami lonjakan sebesar 21,69 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari 110.253 orang pada November 2024 menjadi 134.167 orang pada Desember 2024.

"Sedangkan jumlah penumpang angkutan laut naik sebesar 5,44 persen, dari 30.260 orang pada November 2024 menjadi 31.907 orang pada Desember 2024," kata Agnes pada Selasa, 25 Februari 2025.

Frekuensi penerbangan di Kalimantan Tengah juga menurutnya mengalami peningkatan sebesar 6,25 persen, dari 1.296 penerbangan pada November 2024 menjadi 1.377 penerbangan pada Desember 2024. Aktivitas penumpang angkutan udara sebagian besar terkonsentrasi di Bandara Tjilik Riwut, dengan persentase sebesar 54,58 persen.

"Di sisi lain, arus barang yang menggunakan angkutan udara juga menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 27,48 persen, dari 2.060 ton pada November 2024 menjadi 2.626 ton pada Desember 2024," tuturnya.

Frekuensi kunjungan kapal laut di pelabuhan wilayah Kalimantan Tengah mengalami penurunan sebesar 13,21 persen, dari 863 kunjungan pada November 2024 menjadi 749 kunjungan pada Desember 2024. Meskipun demikian, jumlah penumpang angkutan laut mengalami peningkatan sebesar 5,44 persen, dari 30.260 orang pada November 2024 menjadi 31.907 orang pada Desember 2024. Aktivitas penumpang angkutan laut terkonsentrasi di Pelabuhan Kumai dengan persentase sebesar 73,30 persen.

"Lalu lintas barang yang menggunakan angkutan laut mengalami penurunan sebesar 1,19 persen, dari 2,10 juta ton pada November 2024 menjadi 2,07 juta ton pada Desember 2024," terangnya.

Meskipun volume bongkar barang mengalami penurunan, volume muat barang menunjukkan peningkatan. Arus barang yang menggunakan angkutan laut sebagian besar terkonsentrasi di Pelabuhan Sampit dengan persentase sebesar 47,98 persen, sementara Pelabuhan Kumai menyumbang 44,26 persen dari total arus barang. (TESTI PRISCILLA/j)