BORNEONEWS, Pulang Pisau – Kepala Disbudporapar Kabupaten Pulpis, Marhaendra menyampaikan, mencegah punahnya olahraga tradisional, perlu masuk dalam ekstrakurikuler sekolah.
“Supaya menjadi salah satu alternatif kegiatan yang positif bagi anak didik, harapannya bisa jadi ekstrakurikuler di sekolah," kata Marhaendra, Selasa, 25 Februari 2025.
Marhaendra melanjutkan, Disbudporapar berupaya agar olahraga tradisional khsusnya yang ada di Pulpis tidak punah.
Menurut Marhaendra, selain mengusulkan masuk ekstrakurkuler di sekolah, pihaknya juga melakukan sosialisasi dan pelatihan olahraga tradisional.
“Pelatihan ini sasarannya kepada guru Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA),” kata Marhaendra.
--page
Marhaendra menambahkan, olahraga tradsional sebagai kearifan lokal Dayak, seperti Baogo dan Menyipet. Olahraga ini bisa masuk sebagai salah satu cabang olahraga yang diakomodir dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). (RETHA/Y)









