BORNEONEWS, Sampit – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun menyambut baik program Presiden Prabowo Subianto yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mulai direalisasikan di wilayah perkotaan Kotim.
Meski demikian, ia menegaskan perlunya pemerataan program ini hingga ke pelosok daerah.
“Kami berterima kasih karena program makanan bergizi ini sudah terealisasi di perkotaan. Namun, Kotim ini sangat luas, mencapai kurang lebih 16.439 km², dengan medan yang sulit dijangkau. Maka, pemerintah daerah, provinsi, dan pusat harus memperhatikan hal ini. Bicara soal makanan bergizi berarti bicara tentang pemerataan dan keadilan,” kata Rimbun, Selasa, 25 Februari 2025.
Ia menyoroti bahwa jika program MBG hanya terlaksana di wilayah kota seperti Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang, maka pelajar di pedalaman tidak akan merasakan manfaatnya.
“Masyarakat di pelosok sangat mengharapkan program ini. Banyak yang bertanya, ‘Pak, kapan kami dapat? Kalau hanya di kota, bagaimana kami? Apakah bisa diuangkan atau seperti apa?’ Ini menjadi pertanyaan besar,” tambahnya.
Rimbun juga mengingatkan bahwa pelajar di daerah pelosok justru lebih membutuhkan perhatian karena keterbatasan sarana prasarana dan fasilitas.
“Jangan sampai mereka tidak terlayani hanya karena kendala fasilitas. Pemerintah harus segera mencari solusi agar program MBG ini benar-benar merata,” tegasnya.
DPRD Kotim berharap pemerintah daerah, provinsi, dan pusat dapat memaksimalkan distribusi program MBG ini sehingga semua pelajar, baik di perkotaan maupun pelosok, mendapatkan hak yang sama untuk mengakses makanan bergizi demi mendukung tumbuh kembang yang optimal. (DEWI PATMALASARI/H)









