SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Asisten II Setda Kotim Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Alang Arianto, mengungkapkan tantangan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,3 persen di Kalimantan Tengah.

Pasalnya sektor pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit yang menjadi sektor dominan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), justru mengalami pertumbuhan minus. 

"Kalau kita melihat di Kabupaten Kotawaringin Timur ini kan sektor yang paling dominan adalah dari sektor pertanian khususnya di perkebunan kelapa sawit tapi kalau kita lihat pertumbuhannya minus 0,19 persen," katanya, Selasa, 25 Februari 2025.

Ia menjelaskan menurunnya pertumbuhan tersebut juga berpengaruh terhadap dana bagi hasil (DBH) hasil kebun sawit di daerah tersebut. Hal ini juga akan berdampak pada pembangunan di wilayah tersebut terutama di bidang perekonomian. 

Alang Arianto menyoroti dampak pemotongan anggaran oleh pemerintah pusat, khususnya di sektor infrastruktur pada tahun 2025.  Pemotongan ini dinilai juga turut memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah.

"Pemotongan anggaran di bidang infrastruktur membuat perekonomian lesu. Padahal, kita akan segera menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri, dan kita perlu mempersiapkan berbagai kegiatan ekonomi," ucapnya.

Oleh sebab itu berbagai upaya dilakukan Pemkab Kotim agar perekonomian di wilayah tersebut berjalan dengan baik terutama menjelang Ramadan seperti saat ini. 

"Kami berharap agar kendala ini dapat segera diatasi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan. Ini menjadi tantangan kita," ucapnya. (DEVIANA/R)