BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada awal 2025 ini di Kota Palangka Raya mengalami deflasi yang signifikan, terutama disebabkan oleh kebijakan pemerintah memberikan diskon tarif listrik.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Tantawi Jauhari menilai adanya kebijakan ini turut serta menjaga daya beli masyarakat.
"Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan daya beli masyarakat dapat terjaga, dan perekonomian daerah khususnya di Palangka Raya dapat terus tumbuh positif," harapnya, Selasa, 25 Februari 2025.
Ia menyebut deflasi di Palangka Raya pada tarif listrik, maka dalam jangka pendek bisa menguntungkan masyarakat karena biaya hidup lebih rendah.
Namun jika deflasi meluas ke sektor lain dan berlangsung lama, bisa berdampak negatif pada pendapatan dan lapangan kerja PLN maupun investasi di sektor energi.
"Adanya kebijakan ini dapat meringankan beban masyarakat, tetapi juga berpotensi mengurangi pendapatan perusahaan listrik jika tidak dikompensasi dengan kebijakan lain," pungkasnya. (MARINI/R)









