PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Jakarta - Bursa Efek Indonesia atau BEI menerima kunjungan edukatif dari jurnalis se-Kalimantan yang diprakarsai oleh Otoritas Jasa Keuangan. Kunjungan ini dilaksanakan demi memperkaya wawasan peserta tentang literasi dan edukasi keuangan dan dilaksanakan di Kantor BEI Pusat, Jakarta pada Selasa, 25 Februari 2025.

Kunjungan ini diisi dengan pemaparan mengenai perencanaan keuangan yang bijak dan prinsip-prinsip investasi yang legal dan logis oleh Market Development Senior Analyst BEI, Teja Amanda Putra yang juga mengajak peserta berkeliling di Museum Pasar Saham.

"Pemahaman mendalam tentang produk investasi dan profil risiko adalah kunci untuk mencapai tujuan investasi yang sesuai," kata Teja sembari menunjukkan perjalanan pasar modal di Indonesia.

Teja Amanda Putra juga menekankan pentingnya waspada terhadap investasi ilegal yang sering menggoda dengan janji keuntungan tidak realistis.

"Investor harus selalu mengingat konsep 2L yakni Legal dan Logis saat ditawarkan investasi. Verifikasi legalitasnya melalui call center OJK 157 dan cek apakah potensi keuntungannya logis agar terhindar dari skema yang merugikan," tuturnya.

Dalam sesi ini, sejarah pasar modal Indonesia juga mendapat perhatian khusus. BEI telah bertransformasi dari perdagangan saham tradisional dengan lembaran script hingga menjadi pasar modal yang terotomatisasi dan bisa diakses melalui berbagai perangkat digital. Perkembangan ini menegaskan peran penting Pasar Modal Indonesia dalam perekonomian nasional.

Bursa Efek Indonesia turut mempromosikan program Sekolah Pasar Modal (SPM) yang bisa diikuti secara online atau offline di 29 Kantor Perwakilan BEI di seluruh Indonesia. Program ini memberikan literasi keuangan yang sah dan gratis. Masyarakat bisa mengakses program ini melalui website BEI atau Kantor Perwakilan BEI terdekat.

"Selain program SPM, masyarakat juga dapat mengunjungi IDX Galleri BEI atau Museum BEI di Jakarta untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Dengan edukasi keuangan yang semakin meluas, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami cara investasi yang aman dan memanfaatkan pasar modal untuk pertumbuhan finansial yang sehat dan berkelanjutan," tutur Teja lagi.

Peserta kunjungan juga mendapatkan kesempatan istimewa untuk menyaksikan langsung Pembukaan Perdagangan BEI pada pukul 09.00 dan peluncuran Foreign Index Futures yakni Kontrak Berjangka Indeks Asing. Inisiatif ini merupakan salah satu upaya BEI untuk terus berinovasi dalam memperkuat pasar modal Indonesia.

Sementara itu Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz menuturkan bahwa kegiatan ini bagus untuk OJK dan media mitra sehingga dapat bersinergi.

"OJK sangat terbantu sekali, apresiasi kepada teman-teman media karena selama ini sangat membantu untuk mengedukasi masyarakat dalam hal digital financial literacy ini," tutur Primandanu. (TESTI PRISCILLA/j)