BORNEONEWS, Jakarta - Perekonomian Kalimantan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di tengah tantangan global maupun domestik pada tahun 2024. Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Parjiman, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalimantan mencapai 5,51 persen secara tahunan atau year on year, dengan nominal Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB sebesar Rp1.815,00 triliun.
"Pertumbuhan ini bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,02 persen year on year dengan nominal PDB sebesar Rp22.139 triliun," kata Parjiman dalam kegiatan Media Update dan Sosialisasi IASC bersama Insan Pers se-Kalimantan pada Selasa, 25 Februari 2025 di Wisma Mulia, Jakarta.
Tidak sendiri, Parjiman menyampaikan media update ini bersama Kepala OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, serta Kepala OJK Provinsi Kalimantan Barat, Rochma Hidayati dan Deputi Direktur Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Misyar Bonowisanto. Selain itu ada penyampaian Sosialisasi IASC oleh Analis Eksekutif Senior Kelompok Spesialis Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Fajaruddin.
"Kalimantan Timur menjadi kontributor utama terhadap PDRB se-Kalimantan dengan porsi sebesar 47,29 persen. Kalimantan Barat menyusul dengan kontribusi sebesar 16,54 persen, diikuti oleh Kalimantan Selatan dengan 15,80 persen, Kalimantan Tengah sebesar 12,28 persen, dan Kalimantan Utara sebesar 8,09 persen. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran Kalimantan Timur dalam perekonomian regional," ungkap Parjiman.
Pertumbuhan ekonomi Kalimantan didorong oleh tiga sektor utama, yaitu pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan. Menurut Parjiman, sektor-sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian Kalimantan.
"Ketiga sektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap PDRB dan pertumbuhan ekonomi di wilayah kami," jelasnya.
Selain itu, Parjiman menekankan bahwa sektor jasa keuangan juga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan. Salah satu indikatornya adalah peningkatan total aset, dana pihak ketiga, dan total kredit perbankan se-Kalimantan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
"Sektor jasa keuangan menjadi pendorong utama dalam mendukung kegiatan ekonomi dan investasi di Kalimantan," tambah Parjiman.
Dalam penyampaiannya, Parjiman mengungkapkan optimismenya terhadap prospek ekonomi Kalimantan ke depan.
"Kami percaya bahwa dengan dukungan sektor jasa keuangan dan kontribusi sektor-sektor utama, perekonomian Kalimantan akan terus tumbuh dan berkembang," ujarnya.
Parjiman juga mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan.
"Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai," tutur Parjiman. (TESTI PRISCILLA/j)









