BORNEONEWS, Jakarta - Pada Selasa, 25 Februari 2025, Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Parjiman, menyampaikan media update dalam kegiatan Media Update dan Sosialisasi IASC bersama insan pers se-Kalimantan. Kegiatan ini berlangsung di Wisma Mulia, Jakarta, dengan dihadiri oleh beberapa pejabat OJK dari berbagai provinsi di Kalimantan dengan peserta puluhan jurnalis dari seluruh Kalimantan.
Dalam kegiatan tersebut, Parjiman tidak sendirian. Ia didampingi oleh Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, serta Kepala OJK Provinsi Kalimantan Barat, Rochma Hidayati. Mereka juga diikuti oleh Deputi Direktur Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Misyar Bonowisanto.
Parjiman mengungkapkan bahwa kinerja perbankan di Kalimantan menunjukkan tren positif meskipun menghadapi tantangan.
"Salah satu topik yang dibahas adalah program penggabungan atau peleburan usaha yang sedang dilakukan oleh beberapa Bank Perkreditan Rakyat atau BPR dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah atau BPRS," kata Parjiman.
Program ini, katanya, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan tata kelola perbankan di Kalimantan.
Dalam sosialisasi tersebut, Parjiman menyampaikan bahwa jumlah BPR di Kalimantan mengalami penurunan dari 56 pada akhir tahun 2023 menjadi 53 pada akhir tahun 2024. Penurunan ini disebabkan oleh upaya perbaikan tata kelola dan efisiensi melalui program penggabungan atau peleburan usaha.
"Selain itu kinerja dan rasio keuangan agregat dari BPR dan BPRS di Kalimantan berfluktuasi. Namun, kita optimis bahwa upaya yang dilakukan akan menghasilkan perbaikan yang signifikan dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Kalimantan secara keseluruhan," tuturnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan harapan bahwa kolaborasi antara OJK dan insan pers dapat terus terjalin guna mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin memahami dan memanfaatkan layanan keuangan yang ada secara optimal. (TESTI PRISCILLA/j)









