BORNEONEWS, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK di Kalimantan terus mendukung perkembangan industri pasar modal dan Industri Keuangan Non-Bank atau IKNB.
"Langkah ini dilakukan dalam rangka mewujudkan stabilitas sektor keuangan yang resilient dan tangguh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Parjiman dalam kegiatan Media Update dan Sosialisasi IASC bersama Insan Pers se-Kalimantan pada Selasa, 25 Februari 2025 di Wisma Mulia, Jakarta.
Tidak sendiri, Parjiman menyampaikan media update ini bersama Kepala OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, serta Kepala OJK Provinsi Kalimantan Barat, Rochma Hidayati dan Deputi Direktur Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Misyar Bonowisanto. Selain itu ada penyampaian Sosialisasi IASC oleh Analis Eksekutif Senior Kelompok Spesialis Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Fajaruddin.
"Dalam upaya ini, OJK melakukan pemetaan dan evaluasi terhadap kinerja sektor pasar modal dan IKNB di seluruh wilayah Kalimantan. Pemetaan tersebut mencakup identifikasi potensi dan tantangan yang dihadapi oleh industri, serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan daya saing," jelas Parjiman.
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa industri pasar modal dan IKNB di Kalimantan memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang. Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, antara lain infrastruktur yang belum merata, literasi keuangan yang masih rendah, serta akses terhadap teknologi yang terbatas di beberapa daerah.
"OJK Kalimantan telah merancang sejumlah program strategis untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Program-program ini meliputi peningkatan literasi keuangan melalui edukasi masyarakat, pengembangan infrastruktur keuangan, serta fasilitasi akses terhadap teknologi bagi pelaku industri di seluruh wilayah Kalimantan," tuturnya lagi.
Selain itu, OJK juga mengajak kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat, untuk mendukung pelaksanaan program-program ini. Sinergi antara berbagai pihak diharapkan dapat menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan berdaya saing.
"Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, diharapkan sektor pasar modal dan IKNB di Kalimantan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. OJK Kalimantan berkomitmen untuk terus mendukung dan mengawal perkembangan industri ini demi mewujudkan stabilitas dan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/j)









