BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama Desember 2024, frekuensi kunjungan kapal laut di seluruh pelabuhan di Kalimantan Tengah mengalami penurunan sebesar 13,21 persen dibanding November 2024.
"Penurunan ini signifikan, dengan jumlah kunjungan yang berkurang dari 863 kunjungan pada November menjadi 749 kunjungan pada Desember," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 26 Februari 2025.
Penurunan frekuensi kunjungan kapal ini terjadi di berbagai pelabuhan utama di Kalimantan Tengah. Pelabuhan Sampit mengalami penurunan terbesar dengan 86 kunjungan, diikuti oleh Pelabuhan Pangkalan Bun yang mengalami penurunan sebanyak 10 kunjungan.
"Pelabuhan Pulang Pisau dan Pelabuhan Kuala Pembuang masing-masing mengalami penurunan 8 dan 5 kunjungan," katanya lagi.
Pelabuhan Kumai juga tidak terlepas dari penurunan ini, dengan jumlah kunjungan kapal berkurang sebanyak 4 kunjungan. Penurunan sedikit lebih kecil terjadi di Pelabuhan Sukamara, dengan penurunan 1 kunjungan.
"Jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, penurunan ini mencerminkan perubahan signifikan dalam aktivitas maritim di Kalimantan Tengah," tuturnya.
Penyebab penurunan ini bisa beragam, mulai dari kondisi cuaca, penurunan aktivitas perdagangan, hingga kebijakan pelayaran yang baru diterapkan.
"Diharapkan pada bulan-bulan berikutnya frekuensi kunjungan kapal laut dapat kembali meningkat seiring dengan perbaikan kondisi yang mendukung aktivitas maritim," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)









