BORNEONEWS, Sampit - Program cetak sawah rakyat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terancam ada pengurangan cetak dampak dari pemotongan anggaran di Kementerian Pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Sepnita, mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian telah memangkas anggaran dari Rp 10,6 triliun rupiah dari total anggaran Rp 28 triliun rupiah.
"Secara nasional, target cetak sawah berkurang. Jika tidak salah, dari 500 ribu hektare menjadi 300 ribu hektare," jelas Sepnita, Rabu, 26 Februari 2025.
Program cetak sawah merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan nasional, khususnya beras, dengan menambah luas lahan sawah baru. Program ini bertujuan untuk mencapai swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor beras.
Sepinta mengungkapkan dampak dari pemotongan tersebut alokasi cetak sawah di Kabupaten Kotim berkurang. Di Kabupaten Kotim sendiri sebelumnya menargetkan perluasan lahan sawah seluas 4.500 hektare.
"Kami belum mengetahui pasti berapa besar pengurangan alokasi untuk Kotim nantinya. Sampai sekarang belum ada keterangan lebih lanjut," ujar Sepnita.
Meskipun demikian, ia memastikan bahwa persiapan lahan cetak sawah tersebut. Di Kotim untuk program cetak sawah sendiri di fokuskan di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit atau wilayah Selatan Kotim.
"Lahan di Desa Lampu sudah siap. SID sudah dilakukan. Kami kini menunggu informasi lebih lanjut dari Kementerian Pertanian terkait penyesuaian target cetak sawah di daerah," ucapnya. (DEVIANA/j)









