SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, memprediksi kenaikan harga beras di tingkat konsumen.  Meskipun Bulog Kotim memiliki stok beras aman sebanyak 2.600 ton dari total. 

"Stok beras itu 2600 ton dari kapasitas kita 5000 ton. Artinya kami masih mampu menampung hasil panen di Kalteng," katanya, Selasa, 25 Februari 2025.

Ia mengungkapkan, meski stok beras di Bulog aman namun kemungkinan kenaikan harga beras di tingkat konsumen tidak dapat dihindari.

Pasalnya, adanya kanaikan harga gabah kering panen di tingkat produsen atau petani.

"Presiden telah menginstruksikan Bulog dan penggilingan swasta untuk membeli gabah kering panen petani dengan harga Rp6.500 per kilogram," ujarnya. 

Ia menjelaskan harga tersebut ada kenaikan 10 persen dari Harga Pokok Produksi (HPP) tahun lalu. Meskipun ini kabar baik bagi petani,  karena biasanya pada saat musim panen seperti saat ini yaitu Febuari, Maret dan April harga gabah di tingkat produsen jatuh. Karena kebijakan pemerintah pusat, harga gabah saat ini tinggi. 

Namun secara ekonomis,  kenaikan harga gabah akan berdampak pada kenaikan harga beras di tingkat konsumen. 

"Karena proses pengolahan gabah menjadi beras mengakibatkan susut sekitar 50 persen.  Oleh karena itu, kenaikan harga gabah akan berimbas pada harga jual beras di pasaran.  Kami akan terus memantau situasi dan memastikan ketersediaan stok beras untuk menjaga stabilitas harga di tengah prediksi kenaikan tersebut, " tutupnya. (DEVIANA/H)