SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Camat Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Sufiansyah, mengungkapkan adanya peningkatan jumlah pedagang baru di wilayahnya, khususnya di kawasan Terowongan dan sekitar Pasar Baamang.  Fenomena ini, menurutnya, dipicu oleh minimnya lapangan pekerjaan.

"Banyak pedagang baru, terutama di Terowongan Nur Mentaya dan yang berjualan ikan, sayur, dan ayam.  Mereka sebenarnya kurang memiliki kemampuan manajemen usaha," ujar Sufiansyah, Rabu, 26 Februari 2025.

Mereka tersebut berjualan ditempat yang dilarang seperti di trotoar jalan dan menggunakan musik nyaring hingga dinilai mengganggu warga sekitar seperti di kawasan Terowongan Nur Mentaya. 

Menurutnya, hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah karena banyak pedagang baru yang kurang memiliki kemampuan manajemen usaha tersebut. 

Sufiansyah menekankan pentingnya pembinaan UMKM agar mereka dapat berkembang secara berkelanjutan.  Minimnya kemampuan manajemen usaha menjadi kendala utama bagi para pedagang baru ini.  Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan pemberian pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berwirausaha.

"Pembinaan UMKM sangat penting.  Kita perlu mengevaluasi dan memberikan pelatihan kepada mereka karena minimnya lapangan pekerjaan," tambahnya. 

Sufiansyah berharap adanya program pelatihan dan pendampingan yang terstruktur untuk membantu para pedagang baru agar dapat meningkatkan keterampilan dan manajemen usahanya. (DEVIANA/H)