SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Pemerintah Kecamatan Bamaang terus memantau situasi di kawasan Terowongan Nur Mentaya.

Pasalnya, beberapa bulan ini kawasan tersebut ramai diperbincangkan lantaran sebagian besar warung  ada di kawasan setempat memutar musik begitu nyaring.

"Kami sudah sering kali menyampaikan saat rapat bersama dengan tokoh agama,forkopimda, lurah dan RT jangan ada lagi musik gaduh di Terowongan Nur Mentaya," kata Camat Baamang, Suriansyah, Rabu, 26 Februari 2025.

Sufiansyah mengungkapkan agar musik tidak ada lagi diputar nyaring, pihaknya melakukan sosialisasi kepada para pedagang dan pemilik lahan di kawasan tersebut. 

"Ternyata sebagian pedagang itu berjualan tidak memiliki izin dari pemilik lahan. Itu preman yang mengapling-mengapling, sehingga pedagangnya ganti-ganti," ucapnya. 

Ia juga mengungkapkan tidak jarang mereka melakukan sidak ke kawasan tersebut, namun saja saat mereka tiba di lokasi tidak ada pedagang yang memutar musik nyaring. Hal ini diduga para pedagang mengetahui sebelumnya. 

"Terkait ini kami sampaikan ada yang memback up termasuk peredaran minuman keras di kawasan Terowongan Nur Mentaya. Makanya yng namanya warung esek-esek sebentar-sebentar ada. Ini sudah kami sampaikan dengan Kapolsek Baamang," terangnya. 

Oleh sebab itu, mereka juga melarang truk parkir di kawasan Terowongan Nur Mentaya pada malam hari. Hal ini juga telah dikoordinasikan dengan Polsek sehingga kawasan tersebut nyaman dan tertib, sesuai dengan harapan Bupati Kotim sebagai salah satu ikon Kotim. 

"Jadi sekarang Polsek Baamang sering melakukan patroli pada malam hari di kawasan itu. Menjaga agar tidak ada lagi musik nyaring dan kegiatan yang dinilai meresahkan warga sekitar," tutupnya. (DEVIANA/R)