SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 dengan mengacu pada tujuh isu strategis yang menjadi prioritas pembangunan daerah.

"Forum ini menjadi momentum penting untuk mendiskusikan fokus perubahan kebijakan pembangunan daerah yang juga sejalan dengan prioritas nasional dan provinsi," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim, Alang Arianto, dalam forum konsultasi publik yang digelar Rabu, 26 Februari 2025.

Tujuh isu strategis tersebut meliputi penguatan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, dan kesehatan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pencegahan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Pengendalian inflasi di daerah, peningkatan pertumbuhan perekonomian daerah, dukungan terhadap swasembada pangan, serta pengembangan industri kerajinan serta promosi dan pemasaran hasil industri usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mengacu pada isu-isu strategis tersebut dan memperhatikan prioritas pembangunan nasional, provinsi, serta RPJMD Kotim 2026 mengusung tema penguatan fondasi transformasi habaring hurung miar dan maju, dengan melanjutkan pembangunan sarana prasarana untuk pertumbuhan ekonomi, SDM berkualitas, pertanian, industri, dan jasa.

Alang menjelaskan, tema tersebut akan menjadi fokus pembangunan Kotim 2026 yang disinergikan dengan sektor-sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, perdagangan, serta infrastruktur.

"Tema ini memiliki semangat untuk membangun infrastruktur di wilayah kecamatan dan desa, kelurahan secara berkelanjutan sebagai komponen utama dalam membuka aksesibilitas dalam aktivitas ekonomi masyarakat," tambahnya. 

Di samping itu pembangunan infrastruktur juga akan didukung dengan penguatan ketahanan pangan sebagai unsur terpenting dalam menjaga kecukupan pangan bagi masyarakat dan dalam upaya mengendalikan laju inflasi. 

"Melalui forum konsultasi publik ini pemerintah daerah sangat mengharapkan saran dan masukan guna merumuskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah tahun 2026," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)