BORNEONEWS, Palangka Raya - Perkebunan kelapa sawit di negara-negara produsen telah lama dikenal memiliki peran signifikan dalam pengurangan kemiskinan.
Berdasarkan studi PASPI atau 2014 yang berjudul "Industri Minyak Sawit Indonesia Berkelanjutan: Peranan Industri Minyak Sawit dalam Pertumbuhan Ekonomi, Pembangunan Pedesaan,
Pengurangan Kemiskinan, dan Pelestarian Lingkungan", ditemukan bahwa peningkatan produksi minyak sawit sebesar 10 persen dapat menurunkan kemiskinan sebesar 7,7 persen di Indonesia.
"Studi tersebut juga mengungkap bahwa perkebunan kelapa sawit mampu menciptakan lapangan kerja dan kesempatan usaha yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan dan daya beli penduduk miskin di pedesaan," kata Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP Kelapa Sawit, Eddy Abdurrachman dalam rilisnya pada Rabu, 26 Februari 2025.
Pada 2000, sekitar 2,5 juta kepala keluarga di Indonesia memiliki kebun kelapa sawit dengan luas 2-25 hektare. Pendapatan mereka tercatat 5-10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan petani non-sawit.
Selain itu, studi Edward tahun 2019 yang berjudul "Export Agriculture and Rural Poverty: Evidence from Indonesia Palm Oil" juga mengkonfirmasi bahwa kabupaten-kabupaten dengan perkebunan sawit terbesar mengalami penurunan kemiskinan lebih cepat dibandingkan kabupaten tanpa perkebunan sawit. Industri minyak sawit terbukti menjadi motor penggerak ekonomi di daerah-daerah tersebut.
Berbagai penelitian lain juga mendukung temuan ini. Susila (2004), Susila dan Munadi (2008), World Growth (2011), Gingold (2011), dan Santika et.al.(2011) yang dirangkum dalam laporan PASPI (2021) menyimpulkan bahwa pertumbuhan industri minyak sawit berperan besar dalam pengurangan kemiskinan baik di kawasan pedesaan maupun perkotaan.
"Temuan PASPI tahun 2021 juga menunjukkan bahwa peranan perkebunan kelapa sawit dalam pengurangan kemiskinan tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara produsen minyak sawit lainnya seperti Malaysia, Papua New Guinea, Nigeria, dan Kolombia, terang Eddy.
Dengan demikian, peran perkebunan kelapa sawit dalam upaya pengurangan kemiskinan di negara-negara produsen tidak dapat diabaikan.
"Keberadaan industri ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi yang signifikan tetapi juga menjadi solusi penting dalam mengatasi masalah kemiskinan global," katanya lagi.(TESTI PRISCILLA/R)









