BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya Noorkhalis Ridha mengingatkan pemerintah setempat untuk waspada terhadap potensi inflasi selama bulan Ramadan, khususnya pada komoditas daging ayam ras.
"Peningkatan permintaan konsumen selama bulan suci ini seringkali menyebabkan kenaikan harga bahan pokok, termasuk daging ayam ras," tuturnya, Kamis, 27 Februari 2025.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Fraksi Partai PAN ini mendorong pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dapat meningkatkan koordinasi dalam menjaga stabilitas harga pangan.
"Lakukan operasi pasar, pemantauan distribusi, dan memastikan ketersediaan stok daging ayam ras perlu diintensifkan guna mengendalikan inflasi selama Ramadan," anjurnya.
Selain itu, masyarakat diimbaunya untuk bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan, agar kestabilan harga dan ketersediaan komoditas tetap terjaga.
"Pada awal tahun 2025, komoditas daging ayam ras menjadi salah satu penyumbang utama inflasi di Palangka Raya. Pemerintah daerah perlu rutin memantau pergerakan harga dan ketersediaan daging ayam ras, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Ramadan dan Idul Fitri," pungkasnya. (MARINI/j)









