BORNEONEWS, Lembang - Pada bulan Desember 2024, penyaluran kredit di Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan dinamika yang menarik. Berdasarkan data terbaru, jenis kredit yang disalurkan masih didominasi oleh kredit konsumtif dengan total nilai sebesar Rp19,67 triliun.
"Jenis kredit pada posisi Desember 2024 masih di dominasi oleh kredit konsumtif Rp19,67 triliun atau 39,16 persen dari total kredit yang disalurkan," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan perkembangan kondisi sektor jasa keuangan bersamaan dengan Media Gathering Insan Pers se-Kalimantan di Lembang, Jawa Timur pada Rabu, 26 Februari 2025.
Kredit konsumtif ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan pribadi dan konsumsi sehari-hari.
"Selanjutnya, kredit modal kerja menempati posisi kedua dalam penyaluran kredit dengan nilai mencapai Rp17,40 triliun atau sekitar 34,64 persen dari total kredit," tambah Primandanu.
Kredit ini biasanya digunakan oleh para pelaku usaha untuk memperkuat modal kerja mereka, sehingga bisa meningkatkan kapasitas produksi dan operasional bisnis. Penggunaan kredit modal kerja yang signifikan ini mencerminkan adanya kebutuhan yang tinggi dari dunia usaha untuk memperoleh modal tambahan.
"Sementara itu, kredit investasi juga memiliki peran penting dalam penyaluran kredit di bulan Desember 2024. Nilai kredit investasi yang disalurkan mencapai Rp13,14 triliun atau sekitar 26,17 persen dari total kredit," terangnya.
Kredit investasi umumnya digunakan untuk pembiayaan proyek-proyek jangka panjang, seperti pembangunan infrastruktur, pembelian aset tetap, dan ekspansi bisnis. Angka ini menunjukkan bahwa sektor investasi juga mendapatkan perhatian yang cukup besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Dengan demikian, secara keseluruhan, penyaluran kredit di Indonesia pada akhir tahun 2024 didominasi oleh kredit konsumtif, diikuti oleh kredit modal kerja dan kredit investasi. Hal ini mencerminkan beragamnya kebutuhan masyarakat dan dunia usaha dalam mengakses pembiayaan. Dominasi kredit konsumtif menunjukkan adanya pola konsumsi yang tinggi di masyarakat, sementara kredit modal kerja dan investasi mencerminkan dinamika yang positif dalam sektor usaha dan investasi. (TESTI PRISCILLA/j)









