PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aksi penipuan membeli barang dan membayar melalui aplikasi QRIS, sudah menyasar toko ritel di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Bahkan pelaku sempat terekam CCTV swalayan Sinar Jaya, saat beraksi di tpat tersebut, 25 Februari 2025 sekitar pukul 21.00 WIB.

Kepada www.borneonews.co.id, Manager Swalayan Sinar Jaya Deddy Iskandar saat ditemui di tempat kerjanya, Kamis, 27 Februari  2025 menjelaskan kronologis kejadian tersebut.

"Peristiwa terjadi dekat waktu tutup toko. Waktu itu ada seorang laki-laki bermasker, di lengan kanan bagian dalam terdapat tato, menggunakan baju dan celana hitam masuk dan membeli berbagai jenis rokok," jelas Deddy Iskandar.

Menurut Deddy Iskandar, saat proses pembayaran di bagian kasir ternyata, uang pembayaran barang tidak langsung masuk sistem.

"Padahal dalam transaksi sebelumnya biasanya nominal uang yang dibayarkan secara otomatis masuk input secara real time. Tetapi saat itu orang berbusana hitam tersebut, sudah memperlihatkan bahwa pembayaran Qris - nya berhasil. Lantaran waktu itu kami kira ada sedikit gangguan, pada pemberitahuan  uang masuk, maka nota dikeluarkan kasir dan orang tersebut segera pergi," jelas Deddy Iskandar.

Beberapa saat kemudian, lanjut Deddy Iskandar, ia kemudian menanyakan menanyakan kenapa uang pembayaran yang masuk tidak ada pemberitahuan real time.

"Namun ternyata teman saya yang kebetulan dari bank tersebut langsung menjawab, pasti ada orang yang membeli rokok dan uangnya belum masuk. Karena menurutnya  dalam beberapa hari ini kejadian ini sudah menimpa pemilik toko di Pangkalan Bun," jelas Deddy Iskandar.

Deddy Iskandar menuturkan, ternyata tehnik yang digunakan oleh pelaku adalah membuat bukti transaksi palsu menggunakan aplikasi editor foto.

"Kami duga dia memggunakan aplikasi Canva. Karena, pelaku tersebut sempat mundur sejenak dari kasir dan mengutak atik hpnya sebelum memperlihatkan bukti pembayaran palsu tersebut. Akibat peristiwa ini toko kami mengalami kerugian sekitar Rp 1.515.000," jelas Deddy Iskandar. (WAHYU KRIDA/j)