BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Diduga aksi penipuan dengan cara menggunakan bukti transaksi QRIS palsu saat pembayaran barang di toko ritel di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) telah terjadi dalam beberapa hari belakangan ini.
Menurut Manager Swalayan Sinar Jaya, Deddy Iskandar, Kamis, 27 Februari 2025 saat rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku tersebut beraksi di tokonya dipostinya melalui status WhatsApp, ia menerima informasi dari beberapa kenalannya yang juga sempat disasar oleh pelaku.
"Tadi malam, saya dapat informasi dari rekan bahwa pelaku juga diketahui beraksi di swalayan lain. Modusnya sama yaitu memperlihatkan bukti transaksi QRIS palsu. Diduga pelaku menggunakan aplikasi Canva, agar bisa cepat mengedit nominal harga pembayaran seperti disampaikan kasir," jelas Deddy Iskandar.
Deddy Iskandar juga mengatakan, untuk mencegah kejadian ini kembali terulang di tempat kerjanya, ia sudah berkoordinasi dengan pihak bank.
"Rencananya hari ini pihak bank datang ke toko kami untuk menyerahkan alat pembayaran QRIS terbaru. Jadi saat nominal harga sudah tertera, mesin QRIS terbaru kemudian mengeluarkan struk khusus berupa QR code. Sehingga bila costumer membayar bisa melakukan scan pada struk pertama. Apabila uangnya tidak masuk sistem pembayaran, maka struk berikut yaitu nota pembayaran lunas tidak akan keluar," jelas Deddy Iskandar.
Deddy Iskandar mengatakan hal ini seperti yang disampaikan oleh pihak bank, lanyaran banyaknya kasus kejahatan dengan cara memanipulasi bukti pembayaran QRIS.
"Sehingga QR code yang biasanya ditempel pada toko atau papan khusus, kedepannya sudah tidak dipakai lagi," jelas Deddy Iskandar. (WAHYU KRIDA/j)









