BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menindaklanjuti kasus diare pada ternak babi dari laporan Nyoman, salah satu warga Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan.
Kepala Distan Kobar, Kris Budi Hastuti melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Hotni Afrita Purba menyampaikan sebanyak 4 ekor babi yang mengalami gejala diare lantaran dugaan sanita lingkungan dan pola makan yang kurang baik.
"Kami mengapresiasi laporan masyarakat yang cepat. Langkah pertama yang kami lakukan adalah pemeriksaan ternak babi di lokasi, mengkonfirimasi kejadian penyakit dan memberikan layanan kesehatan hewan sebagai solusi terbaik bagi peternak babi untuk mencegah penyebaran lebih lanjut," ujarnya, Kamis, 27 Februari 2025.
Hotni mengatakan, kondisi saat ini babi sudah pulih kembali. Dari kejadian tersebut, ia menyarankan agar peternak melakukan pengawasan ketat terhadap sanitasi kandang dan pemberian pakan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak.
"Kita langsung meminta peternak untuk segera mengisolasi babi yang terinfeksi dan memberikan perawatan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan," katanya.
Di tempat yang sama, Medik Veteriner Distan Kobar, drh. Nursalim Berampu menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan pengobatan dan imbauan kepada peternak babi tersebut.
"Kami berikan terapi antibiotik dan multivitamin, dua hari kemudian sudah tidak mengalami gejala diare lagi," tuturnya.
Ia menghimbau warga termasuk para peternak untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan gejala serupa yang muncul di antara ternak mereka.
"Tolong selalu jaga kebersihan kandang, perhatikan tempat makan dan minum agar terjaga dengan bersih, dan pentingnya melakukan desinfektan terhadap kandang untuk mengurangi risiko terkena bakteri maupun virus kepada ternak," imbaunya. (NURITA/j)









