PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Pertanian (Distan) Bidang Hortikultura telah meluncurkan inovasi baru yaitu Gema Phosting. 

Sebuah inovasi Gerakan Bersama Pojok Hortikultura untuk Keluarga Berisiko Stunting dan Balita Stunting atau Gema Phosting bertujuan untuk mencegah stunting dengan pemenuhan gizi melalui pemberian sayuran hijau kepada balita dan ibu hamil. 

Dengan memberikan sayuran segar seperti kacang panjang, sawi hijau, bayam dan kangkung dalam pemenuhan gizi baik vitamin dan mineral untuk pencegahan stunting. 

Kepala Distan Kobar, Kris Budi Hastuti melalui Kepala Bidang Hortikultura, Adi Budiarto kegiatan itu di antaranya digelar di Posyandu At. Taubah Kelurahan Madurejo, RT: 03. 

"Sayuran tersebut adalah produksi dari ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Bugenvil, sebagai pelaksana Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), diharapkan akan lebih banyak hadir dan diberikan secara rutin di posyandu lainnya," ujarnya, Kamis, 27 Februari 2025.

Adi Budiarto mengatakan Gema Phosting hanya dilakukan di Posyandu saja. Distan Kobar telah menjalankan inovasi ini dengan berkolaborasi dengan para Kader Kesehatan dan Puskesmas setempat.

"Kolaborasi tersebut bertujuan agar dapat meningkatkan kehadiran Ibu dan balita untuk hadir di posyandu," ucapnya. 

Ia pun mengapresiasi pada ibu yang tergabung dalam KWT Bugenvil yang sudah berbagi sayuran segar kepada masyarakat terutama keluarga yang berisiko stunting maupun ibu hamil di posyandu. 

“Semoga kegiatan yang sangat baik ini bisa diikuti oleh KWT-KWT lain yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kotawaringin Barat,” tandasnya.(NURITA/j)