BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua I DPRD Palangka Raya yang membidangi Komisi II, Hap Baperdu, menyoroti masih banyaknya rumah tidak layak huni di wilayah setempat.
Ia menilai, meski pemerintah telah berupaya meningkatkan jumlah rumah layak huni seperti melalui program bedah rumah, masih ada tantangan tidak dapat menjangkau secara keseluruhan merata akibat adanya masyarakat yang berpenghasilan rendah.
"Permasalahan rumah tidak layak huni tidak hanya dapat diselesaikan melalui program pemerintah saja. Diperlukan partisipasi aktif dari sektor swasta maupun instansi lainnya untuk bersama-sama mengatasi tantangan ini, sehingga seluruh warga Palangka Raya dapat menikmati hunian yang layak dan sehat serta berpenghasilan tercukupi," tuturnya, Kamis, 27 Februari 2025.
Hap Baperdu juga meminta pemerintah daerah untuk membuat kebijakan yang dapat mensejahterakan masyarakat, sehingga memiliki penghasilan cukup dan bisa mendapatkan hunian yang layak.
Karena menurutnya, persoalan rumah tidak layak huni tidak hanya bisa diselesaikan melalui bantuan perbaikan rumah, tetapi juga dengan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
--page
"Ada contoh kebijakan yang bisa diambil pemerintah daerah untuk mendukung hal ini melalui peningkatan lapangan kerja dan UMKM. Dengan cara investasi yang membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di berbagai sektor, serta memberikan dukungan bagi pelaku UMKM melalui bantuan modal, pelatihan keterampilan, dan akses pasar agar mereka bisa meningkatkan pendapatan," jelasnya.
Selain itu, Hap Baperdu juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Palangka Raya dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat. Salah satu inisiatif yang patut dicontoh katanya, adalah kolaborasi antara Polda Kalteng dan Pemerintah Kota dalam program bedah rumah bagi warga yang kurang mampu.
"Kerja sama antara pemerintah kota, Forkopimda, dan berbagai lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak," tutupnya. (MARINI/Y)









