BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar) AKBP Pria Premos mengaku tidak akan memberikan toleransi bagi pengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada setiap tahapan Pilkada Kobar 2017.

"Saya tidak ingin ada gangguan kamtibmas saat pilkada, tidak ada tolerasi bagi pelakunya," tegas Kapolres. Rabu (28/9/2106).

Potensi gangguan kamtibmas, sebut Pria Premos, bisa muncul saat peringatan HUT Kabupaten Kobar, penyelenggaraan Festival Keraton Nusantara dan paling menjadi perhatian saat penyelenggaraan pilkada Kobar 2017.

Meminimalisirnya, Kapores bersama jajaran gencar melakukan segala upaya deteksi dini terhadap potensi terjadinya gangguan kamtibmas melalui berbagai kegiatan preventif, baik dengan sejumlah tokoh maupun dengan instansi terkait, khususnya dengan pihak penyelenggara pemilu.

Pilkada, terang Kapolres, merupakan keadaan yang sangat mudah timbul gangguan kamtibmas. Oleh sebab itu, jelang pelaksanaan pilkada ini, pihaknya gencar melakukan patroli dan melakukan silaturrahmi dengan berbagai pihak sebagai upaya deteksi dini akan terjadinya gangguan kamtibmas.

Pilkada juga merupakan suatu Faktor Korelatif Kriminogen (FKK) yang situasi dan kondisi dapat menstimulir atau terpicunya terjadinya gangguan kamtibmas. Untuk itu pihaknya meminta kerjasama semua pihak.

"Kerjasama media tak kalah penting, praktisi media menjadi salah satu komponen terciptanya kamtibmas," kata kapolres.

Saat melakukan pertemuan dengan sejumlah wartawan di Kabupaten Kobar, Kapolres meminta insan media tetap bijak menyikapi setiap isu yang berkembang. "Kami mohon kerjasamanya," pinta Pria Premus. (FAHRUDDIN/m)