PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) siap mengatasi kebutuhan dokter, dokter gigi dan tenaga kesehatan di Kalimantan Tengah (Kalteng) lewat perkuliahan yang dilaksanakan di kampus ini.

Ketua Program Studi Sarjana Kedokteran FK UMPR dr Raniedha Amalia melalui pernyataan yang diterima di Palangka Raya, Jumat, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di 'Bumi Tambun Bungai' ini bahkan di Kalimantan.

"Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (FK UMR) yang resmi berdiri pada Oktober 2024 saat ini tengah mendidik 33 mahasiswa angkatan pertama asal kota dan kabupaten se-Kalimantan Tengah dan beberapa mahasiswa asal provinsi tetangga di Kalimantan," katanya.

Raniedha mengatakan melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang siap mencetak para lulusan dengan kualifikasi pendidikan dokter, dokter gigi, para sarjana dan tenaga ahli bidang kesehatan.

Dia menerangkan, saat ini telah terdaftar 28 mahasiswa baru untuk angkatan kedua yang merupakan hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru gelombang satu yang merupakan lulusan SMA/MA dan SMK Kesehatan yang ada di Kota Palangka Raya dan kabupaten se-Kalteng. Selain itu juga ada mahasiswa baru asal Provinsi Jawa Barat dan provinsi tetangga Kalimantan Selatan.

“Ada tersisa 22 kursi bagi calon mahasiswa baru FK UMPR angkatan kedua pada penyelenggaraan perkuliahan tahun 2025 dari kuota 50 orang calon mahasiswa ini dipersilahkan bagi pemerintah kota dan pemerintah kabupaten se-Kalteng sebagai kader tenaga kesehatan yang akan mengisi kekosongan dokter pada berbagai fasilitas kesehatan di daerah,” ucap dr Ranie.

Kaprodi Sarjana Kedokteran UMPR itu menjelaskan proses penyelenggaraan pendidikan mahasiswa FK UMPR di bawah binaan FK Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah terakreditasi unggul dan akreditasi internasional setara kampus-kampus kedokteran di banyak negara.

FK UMPR juga terus berkolaborasi dengan Asosiasi Kedokteran, serta membuka hubungan dengan kampus kedokteran di Malaysia, Singapura dan Saudi Arabia dalam upaya meningkatkan standar pembelajaran dan kompetensi lulusan hingga menjadi dokter profesional.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan bahwa Kalteng sebagai provinsi terluas di Indonesia saat ini masih kekurangan 1.950 dokter dan untuk bisa memenuhi perlu waktu hingga 20 tahun ke depan.

“Pemerintah provinsi menyambut gembira telah beroperasinya Fakultas Kedokteran UMPR dan juga sedang proses pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UMPR yang tentunya akan berkontribusi dalam percepatan pemenuhan kebutuhan dokter di Kalteng,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Dekan FK UMPR Bidang Akademik, Riset dan Penguatan Kompetensi Lulusan Dr dr Faradila mengatakan, Rektor UMPR secara khusus menugaskan jajaran FK UMPR mengutamakan standar pembelajaran, inovasi dan kreativitas dalam interaksi dosen-mahasiswa dalam perkuliahan dan riset yang dilakukan dalam suasana menggembirakan.

FK UMPR terus berkolaborasi dengan Asosiasi Kedokteran dan kampus mitra dalam mempersiapkan re-akreditasi dari saat ini status “Baik” dengan target bisa “Terakreditasi Unggul” pada Oktober 2026 sekaligus menyiapkan Sarjana Kedokteran (SKed) angkatan pertama 33 orang.

Target FK UMPR mencapai “Akreditasi Unggul” sebagai komitmen untuk percepatan mengatasi kekurangan 1.950 tenaga dokter untuk seluruh Kabupaten se-Kalteng, karena dengan Akreditasi Unggul FK UMPR bisa menambah kuota mahasiswa baru menjadi 250 orang setiap angkatan per tahun atau 150 orang mahasiswa baru bila terakreditasi Baik Sekali.

ANTARA