BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah menerjunkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, khususnya sembako, selama bulan Ramadan 1444 H.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga dan kelangkaan barang menjelang dan selama bulan Ramadan.
Tim Satgas Pangan yang dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kalteng, Kombes Pol Rimsyahtono, mewakili Kapolda Irjen Pol Djoko Poerwanto, melakukan sidak ke sejumlah pelaku usaha, terutama pedagang sembako di pasar tradisional Kota Palangka Raya. Sidak ini bertujuan untuk memantau pasokan dan harga jual agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kombes Pol Rimsyahtono menjelaskan bahwa sidak ini merupakan bagian dari atensi Kapolri untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan tetap aman dan cukup, mengingat permintaan konsumsi cenderung meningkat selama Ramadan. Pihaknya berkomitmen untuk menjaga agar harga-harga tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.
"Kami pastikan memasuki bulan Puasa ketersediaan bahan pokok aman dan tersedia di mana-mana," tegas Rimsyahtono, Sabtu, 1 Maret 2025.
--page
Ia menambahkan bahwa apabila ditemukan harga pangan pokok yang melebihi HET, akan ditelusuri akar penyebabnya dan dilakukan penertiban. Hal ini untuk mencegah praktik-praktik curang yang merugikan masyarakat.
Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, membenarkan kegiatan pemantauan stok dan harga pangan tersebut. Pemantauan dilakukan di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Besar, Pasar Kahayan, dan Pasar Rajawali, serta di gudang penyimpanan stok sembako.
Polda Kalteng berharap melalui kegiatan ini, pasokan pangan di Kalimantan Tengah dapat tetap aman dan terkendali selama bulan Ramadan.
"Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa khawatir akan kelangkaan dan kenaikan harga bahan pokok," pungkasnya. (PATHUR/Y)









