SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Antusiasme tinggi masyarakat terlihat pada hari pertama Gebyar Ramadan 2025 di Sampit, Sabtu, 1 Maret 2025. Ribuan warga memadati area seputaran Taman Kota Sampit, berburu takjil dan aneka makanan khas Ramadan, membuat suasana semakin ramai dan meriah.

Kepadatan tak hanya terjadi di kawasan Jalan S. Parman yang menjadi lokasi utama Pasar Ramadan, tetapi juga meluas hingga Jalan Yos Sudarso, lokasi bazar UMKM. Awalnya, jalan tersebut direncanakan tetap terbuka untuk lalu lintas, namun karena membludaknya pengunjung, kendaraan pun sulit melintas.

Wakil Bupati Kotim, Irawati, yang membuka acara Gebyar Ramadan 2025, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang pelestarian kuliner tradisional.

“Gebyar Ramadan ini dimeriahkan dengan Pasar Ramadan, Bazar Swalayan UMKM, dan Bazar Kue Tradisional. Ini merupakan upaya melestarikan kue-kue tradisional yang biasanya hanya ada saat Ramadan,” ujar Irawati, Sabtu, 1 Maret 2025.

Acara ini berlangsung selama satu bulan penuh, dari 1 hingga 30 Maret 2025, di tiga lokasi utama yaitu Jalan S Parman depan Taman Kota Sampit, Jalan Yos Sudarso, dan Swalayan UMKM.

--page

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kotim Fahrujiansyah menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mendukung pelaku usaha lokal, terutama di bidang kuliner.

“Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Ini juga menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah kepada pelaku usaha, khususnya di bidang kuliner,” ujar Fahrujiansyah.

Tahun ini, Pasar Ramadan diisi oleh sekitar 186 pedagang dengan 55 tenda yang berlokasi di Jalan S Parman. Sementara itu, 60 tenda UMKM berdiri di Jalan Yos Sudarso, menyajikan beragam kuliner tradisional dan jajanan khas Ramadan. (DEWI PATMALASARI/Y)