BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas, M. Jalaluddin, menyampaikan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat semangat berbagi dan mendidik diri.
Dua hal utama yang melekat dalam bulan Ramadan, menurutnya, adalah sedekah dan pendidikan.
“Ramadan sangat identik dengan santunan, gerakan menghimpun zakat, infak, dan sedekah. Walaupun zakat tidak harus dikeluarkan di bulan Ramadan, tetapi bulan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk berbagi,” ujarnya, Minggu, 2 Februari 2025.
Ia menegaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban, melainkan harus menjadi kebiasaan yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Jalaluddin juga mengingatkan pentingnya cara pemberian zakat dan sedekah yang tidak membuat penerimanya merasa rendah diri.
Menurutnya, zakat sebaiknya tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga bisa digunakan untuk pemberdayaan ekonomi dan sosial agar memberikan manfaat jangka panjang.
Selain sebagai bulan sedekah, Ramadan juga memiliki dimensi pendidikan. Jalaluddin menjelaskan bahwa puasa adalah bentuk pendidikan spiritual yang mengajarkan manusia untuk menahan diri dan menjadi pribadi yang lebih baik.
“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kita untuk mengendalikan diri. Kita sering kali tergoda oleh nafsu, tetapi dengan puasa, kita dilatih untuk menjadi manusia yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum gerakan sosial yang lebih luas.
“Mari kita ubah cara kita berbagi. Jangan hanya sekadar memberi, tetapi bangun sistem yang bisa menghadirkan kemakmuran bagi semua,” pungkasnya. (DODI/H)









