PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Memasuki minggu pertama bulan suci Ramadan 1446 H / 2025 M, harga beberapa komoditas barang pokok dan barang penting (Bapokting) di Pasar Indrasari Pangkalan Bun mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kotawaringin Barat, melalui Kepala Bidang Perdagangan, Muhamad Suhendra mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas seperti cabai rawit merah, bawang putih, dan tepung terigu. Namun, ada satu komoditas yang justru mengalami penurunan harga, yaitu cabai merah keriting.

“Jika dibandingkan dengan minggu keempat Februari 2025 hingga awal Maret 2025 atau memasuki awal Ramadan, harga cabai rawit merah naik dari Rp 80.000 per kilogram menjadi Rp 92.000 per kilogram. Bawang putih dari Rp 45.000 per kilogram naik menjadi Rp 49.000 per kilogram, dan tepung terigu dari Rp 12.000 per kilogram menjadi Rp 12.160 per kilogram,” ujar Suhendra, Minggu, 2 Maret, 2025.

Di sisi lain, harga cabai merah keriting mengalami penurunan dari Rp 80.000 per kilogram menjadi Rp 64.000 per kilogram.

“Kenaikan harga ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan selama bulan suci Ramadan,” jelasnya.

Meski demikian, stok barang pokok pada tingkat distributor di Kotawaringin Barat masih terpantau aman. Berdasarkan data dari 10 distributor serta Bulog, ketersediaan bahan pokok pada minggu pertama Maret 2025 adalah sebagai berikut: beras sebanyak 1.847,95 ton, minyak goreng 122,57 ton, gula pasir 136,04 ton, tepung terigu 111,01 ton, dan kacang kedelai 41,55 ton.

“Semoga barang pokok dapat tersedia dalam jumlah yang cukup dan aman, terutama untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Kami berharap dalam beberapa hari ke depan ada tambahan pasokan bahan pokok yang masuk ke wilayah Kotawaringin Barat,” pungkasnya. (DANANG/R)