BORNEONEWS,Sampit - Perum Bulog Cabang Kotawaringin Timur menyatakan kesiapannya menyerap hasil panen padi dan jagung dalam waktu dekat.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Azwar Fuad menjelaskan per 23 Februari stok beras di gudang mencapai sekitar 2.600 ton dari total kapasitas 5.000 ton.
Kondisi ini menunjukkan masih terdapat kapasitas yang cukup untuk menampung hasil panen mendatang.
"Saat ini kami tengah fokus menyerap gabah kering panen (GKP) dari petani. Saat ini, realisasi pengadaan GKP telah dimulai di Pegatan, Kabupaten Katingan, mengingat petani di sana telah memasuki masa panen," katanya, Minggu, 02 Maret 2025.
Fuad mengatakan untuk wilayah Kotim sendiri, berdasarkan diskusi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta BPP Lampuyang, diperkirakan panen raya akan terjadi pada Mei 2025.
Tidak hanya padi, Bulog Kotim juga ditugaskan untuk menyerap hasil panen jagung yang diperkirakan akan berlangsung pada April atau Mei sehingga gudang Bulog Kotim kemungkinan akan terisi penuh dengan beras dan jagung.
Azwar Fuad mengimbau petani untuk menjual hasil panennya langsung kepada Bulog. Terkait harga pembelian, pihaknya telah menerapkan ketentuan pemerintah yang baru yaitu Rp6.500 untuk harga gabah per kilogram.
"Apabila ada wilayah yang panen, mohon segera informasikan kepada kami, terutama jika harga GKP dibeli tengkulak di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Bulog. Jangan jual ke tengkulak, jual ke Bulog dengan harga Rp6.500/kg," tegasnya. (DEVIANA/R)









