SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan 2025.

Meski begitu, pelaksana program dihadapkan pada tantangan karena sebagian peserta didik yang menjadi sasaran program menjalankan ibadah puasa di siang hari.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur, Sanggul Lumban Gaol, mengatakan awal Ramadan, sekolah-sekolah juga meliburkan siswanya. Karena itu, program MBG otomatis ikut diliburkan sementara. Namun, setelah kegiatan belajar-mengajar kembali dimulai, program ini akan dilaksanakan seperti biasa.

"Kalau masuk sekolah maka MBG tetap jalan. Jadi ada yang boleh makan di sekolah bagi yang tidak puasa, sedangkan untuk yang berpuasa bisa bawa pulang dan itu diatur oleh sekolah," ujar Sanggul pada Minggu, 2 Maret 2025.

Namun Sanggul menambahkan bahwa skema ini masih dalam tahap perencanaan dan akan dievaluasi lebih lanjut.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan SPPG Badan Gizi Nasional yang ada di Kotim. Salah satu perhatian utama adalah potensi makanan menjadi basi jika disimpan terlalu lama hingga waktu berbuka puasa.

"Ini yang masih kami kaji. Karena ada jeda waktu cukup lama dari penyajian di sekolah hingga waktu berbuka puasa. Kami ingin memastikan makanan tetap layak konsumsi dan bergizi," tambahnya.

MBG telah dilaksanakan di Kotim Senin, 24 Februari 2024. Pelaksanaan awal tersebut telah dievaluasi pada 28 Februari 2025 menunjukkan hasil yang cukup baik, terutama terkait kecepatan dan ketepatan waktu penyajian selama jam istirahat sekolah.

"Kami juga melihat antusiasme yang tinggi dari anak-anak dalam menerima program ini. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelaksanaannya," ujarnya.

Sanggul juga berharap ke depan lebih banyak vendor bergabung untuk mendukung kelancaran program MBG di Kotim.

Saat ini hanya ada satu vendor dapur umum yang mampu menyajikan 3.500 porsi per hari dengan jarak pengantaran sejauh 6 km.

"Jika ingin memperluas cakupan program ke lebih banyak sekolah, tentu diperlukan tambahan vendor. Kami berharap akhir tahun 2025 program ini bisa dilaksanakan secara merata di seluruh satuan pendidikan di Kotim," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)