PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi II DPRD Palangka Raya, Arthur Apriossi Tuwan memberikan dukungannya terhadap UMKM pengrajin batik.

Ia berharap Batik lokal dapat terus dikembangkan karena memiliki potensi ekonomi kreatif di wilayah setempat. 

"Batik lokal harus memiliki daya saing global, hasil karya masyarakat tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga dapat bersaing di pasar nasional dan internasional," katanya, Minggu, 2 Maret 2025.

Menurutnya batik bukan hanya sekadar produk fashion, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang erat dengan kehidupan masyarakat Suku Dayak. Ada berbagai macam motif seperti Batang Garing, Kalakai, Burung Enggang dan lainnya.

"Diharapkan pengrajin batik semakin berkembang, kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan akses baik itu melalui pelatihan, pendanaan, serta promosi yang lebih luas," dorongnya.

Upaya ini dinilainya juga penting, untuk menjaga eksistensi batik sebagai warisan budaya yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

"Diperlukan langkah konkret seperti pelatihan bagi pengrajin, kemitraan dengan industri fashion, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Untuk mencapai tujuan tersebut," anjurnya. (MARINI/R)