SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Memasuki periode kedua kepemimpinannya untuk 2025-2030, Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor-Irawati (Harati) langsung tancap gas.

Dalam program 100 hari pertama, mereka fokus untuk mengatasi blank spot, pemenuhan kebutuhan listrik, dan perbaikan infrastruktur di wilayah Kotim.

"Karena kami menjabat untuk periode kedua, visi dan misi kami sudah berjalan. Di awal masa jabatan ini kami ingin melanjutkan visi misi sebelumnya," kata Halikinnor, Senin, 3 Maret 2025.

Salah satu prioritas utama adalah mengatasi wilayah blank spot di desa-desa, terutama di daerah pedalaman. Halikinnor menegaskan bahwa akses digital menjadi kebutuhan mendesak, seiring dengan penerapan konsep Smart City di Kotim.

"Sekarang ini laporan dan berbagai pelayanan sudah berbasis digital. Untuk itu, wilayah yang masih kesulitan sinyal dan listrik akan menjadi fokus kami di awal masa jabatan," ujarnya.

Selain itu, pemenuhan kebutuhan listrik bagi masyarakat juga menjadi prioritas. Halikinnor menilai listrik sebagai kebutuhan dasar yang harus dinikmati oleh seluruh warga Kotim.

Di sektor infrastruktur, meskipun anggaran daerah mengalami pemangkasan akibat kebijakan efisiensi, perbaikan jalan dan gang-gang di wilayah perkotaan tetap menjadi perhatian.

"Masih banyak jalan di wilayah kota yang rusak dan menjadi becek saat hujan. Infrastruktur tetap menjadi prioritas kami," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)