BORNEONEWS, Palangka Raya - Perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2025 di Kalimantan Tengah secara umum menunjukkan adanya peningkatan dibanding bulan yang sama tahun 2024. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah di empat kabupaten/kota, pada Februari 2025 tercatat inflasi year on year atau y-on-y sebesar 0,28 persen. Indeks Harga Konsumen atau IHK mengalami peningkatan dari 105,27 pada Februari 2024 menjadi 105,57 pada Februari 2025.
"Sementara itu, tingkat deflasi month to month atau m-to-m dan year to date atau y-to-d masing-masing sebesar 0,46 persen dan 1,00 persen. Meski demikian, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran," kata Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti dalam penyampaian berita resmi statistik pada Senin, 3 Maret 2025.
Kenaikan tertinggi menurut Agnes terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan kenaikan sebesar 3,85 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki juga mengalami kenaikan sebesar 0,89 persen, disusul oleh kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,49 persen. Kenaikan harga juga tercatat pada kelompok kesehatan sebesar 1,97 persen dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,04 persen.
"Kelompok pendidikan mencatat kenaikan indeks sebesar 2,23 persen, sementara kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami kenaikan sebesar 1,78 persen. Kenaikan tertinggi secara keseluruhan terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 6,74 persen," katanya.
Di sisi lain, beberapa kelompok mengalami penurunan indeks harga. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami penurunan signifikan sebesar 13,90 persen. Penurunan indeks harga juga terjadi pada kelompok transportasi dan kelompok informasi, komunikasi, serta jasa keuangan, masing-masing sebesar 0,26 persen.
Dengan adanya perkembangan ini, BPS Provinsi Kalimantan Tengah akan terus memantau pergerakan harga komoditas di wilayah tersebut untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu bagi masyarakat dan pemerintah daerah. (TESTI PRISCILLA/j)









