BORNEONEWS, Sampit — Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Zainudin, menyoroti kondisi Jembatan Sapihan yang terletak di perbatasan Kelurahan Basirih Hilir dan Samuda Kota, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Hingga kini, jembatan berkonstruksi kayu sepanjang kurang lebih 30 meter tersebut belum tersentuh pembangunan meskipun sudah ada sejak lama.
"Infrastruktur menjadi PR bahkan di tempat kami ada jembatan sapihan yang kurang lebih 30 meter tidak tersentuh dari zaman dahulu. Ada juga sekolah yang sudah 18 tahun tidak tersentuh pembangunan, sementara mereka (masyarakat) membayar pajak," ujar Zainudin, Senin, 3 Maret 2025.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Kotim yang dikenal sebagai daerah pertanian. Wilayah ini selalu disebut sebagai daerah miskin, padahal mereka adalah penyedia hasil pertanian yang menjadi sumber pangan kita.
"Jangan sampai mereka terus-terusan dianggap miskin hanya karena kurangnya pembangunan," tambahnya.
--page
Berdasarkan hasil reses Dapil III DPRD Kotim, yang meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, dan Pulau Hanaut, terdapat total 245 usulan masyarakat. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 persen di antaranya merupakan usulan terkait infrastruktur, seperti perbaikan jalan, pembangunan jembatan, irigasi, serta peningkatan fasilitas permukiman dan pertanian.
Selain infrastruktur, masyarakat juga mengusulkan bantuan hibah untuk sarana dan prasarana ibadah serta pendidikan.
"Kami sering kali merasa malu ketika ditanya oleh warga apakah usulan ini bisa terwujud atau tidak. Oleh karena itu, kami sangat berharap agar pemerintah benar-benar merealisasikan pembangunan ini demi mengangkat harkat dan martabat masyarakat Kotim," pungkas Zainudin. (DEWI PATMALASARI/Y)









