BORNEONEWS, Palangka Raya – Kalimantan Tengah terus memperkuat posisinya dalam sektor perkebunan dengan menempatkan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan setelah kelapa sawit, karet, kelapa dalam, dan kopi.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalteng melalui Dinas Perkebunan menjalin kerja sama dengan Yayasan Good Forest Indonesia (GFI) dalam bentuk penandatanganan MoU terkait pengembangan kakao.
Kadisbun Kalteng, H. Rizky Ramadhana Badjuri, mengatakan bahwa kerja sama ini akan meningkatkan kapasitas petani dalam budidaya, panen, dan pasca-panen kakao.
“Nota kesepahaman ini dibuat sebagai dasar kerja sama di bidang pengembangan komoditas kakao di Kalteng,” ujarnya, baru baru ini.
Selain itu, petani akan mendapatkan dukungan berupa sarana dan prasarana, serta akses ke pasar yang lebih luas. Pemprov Kalteng optimistis bahwa kolaborasi ini dapat mendorong pertumbuhan sektor perkebunan secara berkelanjutan.
--page
Rizky menyampaikn melalui kerjasama bisa kolaborasi dalam penelitian dan pelatihan, guna meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao. (HERMAWAN DP/Y)









