PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan perkembangan terbaru mengenai kondisi ekonomi di wilayah tersebut.

Berdasarkan data terbaru, seluruh empat kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen atau IHK di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami deflasi secara month-to-month.

"Deflasi ini menunjukkan penurunan harga secara umum yang terjadi pada bulan tersebut," kata Agnes pada Selasa, 4 Maret 2025.

Secara detail, deflasi bulan ke bulan di Sampit tercatat sebesar 0,63 persen, Kabupaten Kapuas sebesar 0,58 persen, Kabupaten Sukamara sebesar 0,01 persen, dan Kota Palangka Raya sebesar 0,36 persen. Deflasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk penurunan harga pada sejumlah komoditas utama.

"Kondisi ini menunjukkan adanya penurunan harga yang signifikan pada beberapa komoditas penting di wilayah tersebut," tambah Agnes.

Agnes Widiastuti juga menyebutkan bahwa komoditas yang dominan memberikan andil terhadap deflasi bulanan di seluruh kabupaten/kota adalah tarif listrik, bawang merah, dan daging ayam ras.

"Ketiga komoditas ini memberikan kontribusi besar terhadap penurunan harga secara keseluruhan di Kalimantan Tengah," ungkapnya.

Penurunan tarif listrik menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi deflasi di wilayah tersebut. Selain itu, harga bawang merah yang turun juga memberikan dampak signifikan terhadap penurunan harga umum.

"Dengan turunnya harga-harga ini, diharapkan daya beli masyarakat dapat meningkat," kata Agnes.

Selain bawang merah, daging ayam ras juga menjadi salah satu komoditas yang turut berkontribusi dalam deflasi bulanan ini.

"Penurunan harga daging ayam ras memberikan dampak positif terhadap pengeluaran rumah tangga, terutama dalam hal konsumsi pangan," jelasnya.

Dengan adanya deflasi ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat dari penurunan harga kebutuhan pokok.

Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, berharap kondisi deflasi ini dapat membawa dampak positif bagi perekonomian daerah.

"Kami akan terus memantau perkembangan harga-harga komoditas dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/R)