PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam laporan terbaru, Kalimantan Tengah mengalami deflasi bulanan yang signifikan. Provinsi Kalimantan Tengah secara month-to-month atau m-to-m, mengalami deflasi sebesar 0,46 persen.

“Beberapa komoditas dominan memberikan andil besar dalam deflasi ini, termasuk tarif listrik, daging ayam ras, bawang merah, cabai rawit, dan tomat. Penurunan harga-harga ini memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lainnya,“ kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 4 Maret 2025.

Tarif listrik menjadi penyumbang terbesar dalam deflasi bulanan ini. “Tarif listrik menjadi penyumbang terbesar dalam deflasi bulanan kali ini, dengan penurunan sebesar 0,38 persen,“ tutur Agnes.

Penurunan ini memberikan kelonggaran bagi masyarakat dalam menghadapi biaya hidup yang semakin tinggi. Dengan tarif listrik yang lebih rendah, masyarakat diharapkan dapat mengalokasikan anggaran mereka untuk kebutuhan lainnya.

“Selain tarif listrik, daging ayam ras juga mengalami penurunan harga sebesar 0,24 persen. Penurunan ini membuat harga daging ayam ras menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat,“ katanya.

Bawang merah menyusul dengan penurunan signifikan. Bawang merah juga memberikan andil dalam deflasi bulanan dengan penurunan sebesar 0,07 persen.

Sebagai salah satu bahan pokok yang sering digunakan dalam masakan sehari-hari, penurunan harga bawang merah ini tentunya disambut baik oleh masyarakat Kalimantan Tengah.

“Cabai rawit dan tomat turut berkontribusi dalam deflasi. Cabai rawit dan tomat turut berkontribusi dalam deflasi bulanan ini dengan penurunan harga masing-masing sebesar 0,03 persen,“ jelasnya.(TESTI PRISCILLA/R)