BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data dari BPS Provinsi Kalimantan Tengah, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi y-on-y sebesar 3,85 persen pada Februari 2025.
“Indeks harga pada kelompok ini meningkat dari 107,87 pada Februari 2024 menjadi 112,02 pada Februari 2025. Subkelompok minuman yang tidak beralkohol mencatat inflasi tertinggi dengan 5,56 persen, sementara subkelompok makanan mencatat inflasi terendah sebesar 3,49 persen,“ kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Selasa, 4 Februari 2025.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau ini juga memberikan kontribusi inflasi y-on-y sebesar 1,49 persen pada Februari 2025.
Beberapa komoditas yang berperan signifikan terhadap inflasi ini antara lain ikan gabus sebesar 0,24 persen, Sigaret Kretek Mesin atau SKM sebesar 0,19 persen, serta minyak goreng dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,15 persen dan 0,14 persen.
Selain itu, kopi bubuk, daging ayam ras, terong, dan ikan patin juga turut memberikan andil inflasi.
Namun, ada juga komoditas yang memberikan kontribusi terhadap deflasi y-on-y, seperti tomat yang menyumbang deflasi sebesar 0,11 persen.
Komoditas lain seperti ikan asin sepat, susu bubuk untuk balita, bawang merah, ikan nila, dan pepaya juga memberikan andil deflasi masing-masing sebesar 0,02 persen.
“Selain itu, secara month-to-month atau m-to-m, kelompok ini memberikan andil deflasi sebesar 0,19 persen pada Februari 2025. Beberapa komoditas yang berperan dalam deflasi ini antara lain daging ayam ras sebesar 0,24 persen, bawang merah sebesar 0,07 persen, serta cabai rawit dan tomat masing-masing sebesar 0,03 persen. Telur ayam ras dan ikan nila juga berperan dalam menurunkan inflasi m-to-m,“ katanya.
Di sisi lain, beberapa komoditas memberikan andil inflasi m-to-m, seperti kangkung, Sigaret Kretek Mesin atau SKM, dan beras masing-masing sebesar 0,03 persen. Minyak goreng, ikan gabus, dan ikan peda juga mencatat inflasi m-to-m masing-masing sebesar 0,02 persen.
“Secara keseluruhan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami tekanan inflasi yang signifikan pada Februari 2025, dengan sejumlah komoditas memberikan kontribusi baik terhadap inflasi maupun deflasi. Keberagaman kontribusi komoditas ini mencerminkan dinamika harga yang terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah,“ tuturnya.(TESTI PRISCILLA/R)









