PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan beberapa fenomena yang menyebabkan inflasi di bulan Februari 2025. Salah satu faktor utama adalah diskon tarif listrik yang masih berlaku pada bulan tersebut. Diskon ini mengakibatkan harga tarif listrik di Kalimantan Tengah mengalami penurunan yang signifikan.

Selain itu, penurunan harga daging ayam ras ke harga normal juga turut memengaruhi inflasi. Pada bulan sebelumnya, harga daging ayam ras mengalami peningkatan permintaan akibat berbagai event keagamaan yang terjadi. Namun, setelah permintaan menurun, harga kembali ke level normal, sehingga memberikan dampak terhadap angka inflasi di wilayah ini.

Agnes menjelaskan bahwa penurunan tarif listrik dan harga daging ayam ras berperan besar dalam menekan angka inflasi di Kalimantan Tengah.

"Diskon tarif listrik dan normalisasi harga daging ayam ras telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penurunan inflasi pada bulan Februari 2025," kata Agnes pada Selasa, 4 Maret 2025.

Lebih lanjut, Agnes mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan harga di berbagai sektor untuk memastikan stabilitas ekonomi di Kalimantan Tengah.

"Kami akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk menjaga kestabilan harga dan mengendalikan inflasi," tambahnya.

Menurut Agnes, BPS Kalimantan Tengah juga akan terus melakukan survei dan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi inflasi.

"Kami berkomitmen untuk memberikan data dan informasi yang akurat kepada masyarakat dan pemerintah daerah," ujarnya.

Dengan adanya berbagai fenomena yang memengaruhi inflasi, BPS Kalimantan Tengah berharap dapat terus menjaga stabilitas ekonomi di wilayah tersebut.

"Kami optimis bahwa dengan kerja sama semua pihak, inflasi dapat dikendalikan dan perekonomian Kalimantan Tengah akan terus berkembang," pungkas Agnes. (TESTI PRISCILLA/j)