PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berupaya untuk mengurangi sekaligus memanfaatkan sampah dengan memberikan edukasi pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos kepada warga RT. 21, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan. 

Kepala DLH Kobar, Fitriyana menyampaikan pengolahan sampah menjadi edukasi ini merupakan upaya pemerintah dalam mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dengan salah satunya memanfaatkan sampah rumah tangga. 

"Kami berharap masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, salah satunya dengan menerapkan metode pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Kegiatan ini merupakan langkah awal yang diupayakan oleh DLH Kotawaringin Barat untuk membangun kesadaran bersama dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat," ujarnya, Selasa, 4 Maret 2025.

Adanya sosialisasi secara rutin kepada warga, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi ramah lingkungan. 

Tak hanya itu, pemberian edukasi pengolahan sampah organik termasuk juga dengan kebijakan pemerintah daerah dalam mengurangi timbunan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Kemudian, Penyuluh Lingkungan Ahli Muda DLH Kobar, Sudaryati mengatakan, salah satu pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi ramah lingkungan yaitu dengan mengolahnya menjadi pupus kompos.

Ia menjelaskan, sampah organik ini memiliki sifat yang mudah terurai secara alami dan mudah membusuk. Karena mudah terurai sehingga bisa menjadi pupuk kompos, pakan ternak hingga dapat menjadi biogas. 

Sampah organik rumah tangga yang bisa diolah secara mandiri oleh masyarakat seperti sisa makanan baik sayur, daging, buah, ikan, kulit buah, kulit sayuran, daun, ranting kering, kotoran hewan, dan sebagainya. 

"Bonusnya menghasilkan pupuk organik yang kaya akan nutrisi bagi tanaman sehingga masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk tanpa harus bergantung pada produk kimia yang berpotensi merusak keseimbangan ekosistem," jelas Sudaryati.

Dalam kesempatan ini, Kepala DLH Kobar Fitriyana menghimbau seluruh perangkat daerah tingkat camat, kepala desa, lurah, ketua RW dan RT untuk berkolaborasi disetiap daerahnya. 

"Dengan langkah kecil ini yang dilakukan secara kolektif, diharapkan lingkungan Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi bersih dan sehat dapat terwujud," ujarnya. (NURITA/j)