PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, PT Sawit Mandiri Lestari atau SML menerapkan tiga langkah utama yaitu pencegahan, pemadaman dan pascakebakaran. Di tengah perubahan iklim yang cepat dan cuaca yang tidak menentu, pencegahan karhutla menjadi sangat penting sebagai langkah awal agar kegiatan tidak berlanjut ke tahap pemadaman dan pasca kebakaran.

Joko Triyanto, selaku Manajer Keberlanjutan PT SML, menyampaikan bahwa perusahaan secara rutin memperbarui struktur tanggap darurat dan setiap tahunnya mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi tim tanggap darurat dalam pencegahan karhutla. Langkah ini dianggap krusial untuk menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks."

Sebanyak 31 karyawan, termasuk 4 perempuan, yang tergabung dalam tim tanggap darurat mengikuti kegiatan pelatihan selama tiga hari di pusat pelatihan PT SML," kata Joko dalam rilisnya kepada Borneonews pada Selasa, 4 Maret 2025.

Selama pelatihan, tim tanggap darurat diberikan materi yang meliputi identifikasi bahaya kebakaran, penilaian tingkat bahaya, identifikasi hotspot, pengenalan alat, teknik pemadaman, hingga praktik teknis sebagai seorang pemadam kebakaran.

"Pelatihan yang komprehensif ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan respons tim dalam menghadapi ancaman karhutla. Selain itu, adanya keterlibatan karyawan dari berbagai latar belakang memperlihatkan komitmen PT SML dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berdaya saing tinggi," katanya.

--page

Pada kesempatan itu, Wahyu Askep T&D PT SML menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat menarik dan bermanfaat.

"Terlebih lagi, Tim Manggala Agni berhasil menyusun pelatihan dengan cara-cara yang mudah dipahami melalui permainan-permainan yang menghibur sehingga peserta merasa nyaman selama mengikuti kegiatan," kata Wahyu.

Dengan pelatihan ini, lanjutnya, PT SML berharap dapat mengurangi risiko karhutla di wilayah operasionalnya dan memberikan kontribusi positif terhadap upaya pelestarian lingkungan. Kesiapan tim tanggap darurat dalam menghadapi karhutla diharapkan mampu meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan. (TESTI PRISCILLA/Y)