PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Mandiri Lestari atau SML kembali menunjukkan komitmennya dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan atau karhutla dengan mengadakan pelatihan bagi Tim Tanggap Darurat. Kristianto, Koordinator Support PT SML, menyampaikan harapannya agar dengan adanya pelatihan ini, Tim Tanggap Darurat PT SML menjadi lebih baik dan aktif dalam melakukan sosialisasi pentingnya pencegahan karhutla.

"Tim Tanggap Darurat diharapkan tidak hanya cakap dalam proses pencegahan, tetapi juga sigap dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan serta terampil dalam proses pasca kebakaran. Dengan demikian, PT SML berharap dapat mewujudkan zero kebakaran di lahan dan di sekitar perusahaan," kata Joko Triyanto, selaku Manajer Keberlanjutan PT SML dalam rilisnya pada Selasa, 4 Maret 2025.

Sebagai perusahaan yang telah tersertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil atau ISPO, PT SML menjadikan konsistensi dalam pencegahan karhutla sebagai bagian penting dalam implementasi komitmen perusahaan. Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memenuhi standar industri yang telah ditetapkan.

Pelatihan yang dilakukan oleh PT SML mencakup berbagai aspek penting dalam pencegahan dan penanganan karhutla. Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, teknik pencegahan yang efektif, hingga metode pemadaman kebakaran yang tepat. Semua materi tersebut disampaikan dalam bentuk yang mudah dipahami dan aplikatif.

Koordinator Support PT SML, Kristianto menambahkan bahwa pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan Tim Tanggap Darurat PT SML dalam menghadapi situasi darurat.

"Dengan pengetahuan dan keterampilan yang terus diperbarui, diharapkan tim dapat merespons dengan cepat dan tepat dalam mencegah dan menangani karhutla," katanya.

Dengan langkah-langkah yang dilakukan ini, PT SML tidak hanya berupaya melindungi aset perusahaan, tetapi juga berkontribusi positif dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Tengah.

"Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam menghadapi tantangan karhutla di Indonesia," tutur Kristianto. (TESTI PRISCILLA/H)