PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng berencana menekan tingginya harga cabai rawit di wilayahnya, bahkan survei pemerintah harganya mencapai Rp140 ribu perkilogram.

Staf Ahli (Sahli) Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko mengingatkan opsi yang dapat diambil pemerintah, salah satunya dengan membagikan bibit cabai rawit gratis.

Pembagian bisa dilakukan oleh leading sektor terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpang) dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP).

“Kita harus menekan agar harga cabai rawit kita tidak naik terlalu tinggi. Bisa mulai menjalankan program pembagian bibit cabai rawit gratis, seperti tahun-tahun lalu,” tuturnya usai rakor inflasi secara virtual, Selasa, 4 Maret 2025.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian dalam rakor mengingatkan Indonesia merupakan negara mayoritas Muslim, sehingga peduli terhadap jaminan produk halal.

“Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia. Sebanyak 87,2% masyarakat kita lebih memilih produk halal, sehingga sertifikasi produk halal ini sangat penting, khususnya dalam menunjang perekonomian negara kita,” ujarnya.

Tito menambahkan, inflasi nasional year-on-year (y-o-y) bulan Februari mengalami penurunan (deflasi) yang signifikan yakni -0,09%, dibanding inflasi bulan sebelumnya yakni 0,76%. (HERMAWAN DP/H)