BORNEONEWS, Palangka Raya – DPRD Kalimantan Tengah berencana memaksimalkan pendapatan daerah dari beberapa sektor pajak yang dinilai masih belum optimal.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Sudarsono, menyebutkan tiga sektor pajak tersebut, yaitu pajak alat berat, pajak air permukaan, dan pajak kendaraan bermotor.
Sudarsono menjelaskan bahwa untuk pajak alat berat, DPRD Kalteng tengah berupaya berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memperoleh data yang akurat dan lengkap terkait alat berat yang beroperasi di wilayah Kalteng.
"Data yang komprehensif ini sangat penting untuk memastikan potensi pajak yang ada dapat tergali secara maksimal," katanya, Rabu, 5 Maret 2025.
Upaya optimalisasi juga akan dilakukan pada sektor pajak air permukaan, Sudarsono menuturkan bahwa selama masa reses, ia telah berdiskusi dengan beberapa camat untuk mendapatkan data penggunaan air permukaan oleh pabrik perkebunan dan industri lainnya. Data tersebut akan menjadi dasar dalam perhitungan dan penagihan pajak air permukaan.
Pajak kendaraan bermotor juga menjadi fokus perhatian DPRD Kalteng legislator asal Golkar ini menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar segera mengganti plat nomor kendaraan mereka menjadi plat KH.
Hal ini dinilai penting karena pajak kendaraan bermotor memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan di Kalteng.
Dengan optimalisasi ketiga sektor pajak tersebut, diharapkan pendapatan daerah Kalteng dapat meningkat secara signifikan, peningkatan pendapatan daerah ini akan mendukung program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalteng.
DPRD Kalteng mengajak seluruh masyarakat Kalteng untuk berperan aktif dalam mendukung upaya peningkatan pendapatan daerah dengan taat membayar pajak.
"Kepatuhan dalam membayar pajak merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah," pungkasnya. (PATHUR/R)









